Inilah Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Mengalami Broken Heart



Semua orang pasti pernah patah hati, ketika emosi melanda pasti emosi semakin tidak stabil. Rasa sakit didada seakan akan menusuk hingga air mata tak tahan untuk tidak mengalir menahan rasa sakit yang menyesakkan dada. Setiap orang memiliki cara masing masing dalam mengatasi patah hati, tetapi tidak jarang pula dari mereka yang melakukan hal hal yang tidak masuk akal sehat. Depresi yang dirasakan membuat penderita tekanan semakin tertekan dan  ingin mengakhiri hidupnya. Rasa sakit hati karena dikecawakan membuat mereka susah melupakan masalah yang melanda. Apa yang sebenarnya terjadi pada saat kita patah hati dan bagaimana cara mengatasinya? 
Dilihat dari ilmu medis, Sakit hati adalah sebagai berikut :  
Menurut Dr Benny Hartono salah satu dokter spesialis Jantung di RS JAntung Binawaluya yang dilansir dari Dr. OZ indonesia, sakit hati merupakan sebuah emosional stress. Tubuh kita terdiri dari jiwa dan roh maka untuk menghubungkan tubuh dan jiwa ini ada hipotalami. Pada saat emosional strees terjadi maka akan ada memberikan signal ke kelenjar supolenal dan kelenjar tersebut akan memproduksi hormon katekolamin. Maka hormon tersebut itulah yang membuat denyut jantung menjadi cepat, nafas cepat dan tekanan darah naik. Oleh karena itu rasanya sesak didada seperti kata cita citata sakitnya tuh disini (nunjuk didada). Emosional stress yang terlalu berat dapat menyebabkan "Broken heart sindrom". Sindrom sakit hati dapat memacu kerja jantung kita berdetak kencang sehingga timbul sakit di dada seperti orang sakit jantung. 

Jika dilihat dari ilmu psikologis : 
Seperti dikatakan oleh salah satu psikolog di RS Eka Hospital Reynita Poerwito M.PSi bahwa ada teori yang mengatakan bahwa proses patah hati/ sakit hati itu ada lima fase yaitu:
  • 1. Denial (penyangkalan)
Pada proses ini dimana kita masih tidak percaya bahwa kita sudah putus. Misalnya kita bangun pagi selalu mengecek HP dan mulai beramsumsi kalau kita belum putus dan mencoba menghubungi sang mantan tetapi ditolak dan berasumsi bahwa mungkin si dia sibuk. 
  • 2. Anger (Kemarahan) 
Pada proses ini kita mulai merasa kemarahan akan hubungan kita yang memang sudah berakhir. Setelah kita mencoba menghubungi tetapi ditolak maka akan timbul rasa kemarahan yang menggebu akan penolakan tersebut. 
  • 3. Bargaining (Tawar menawar)

Pada proses ini kita akan mulai tawar menawar dengan diri kita sendiri. Kita mulai menyesal akan kenangan lalu dan mulai berfikir "Seharusnya aku memperlakukan dia dengan lebih baik lagi" atau, "seharusnya aku tidak setuju untuk memutuskan hubungan ini" dan banyak lain sebagainya yang pada proses ini kita menyalahkan diri sendiri akan hubungan yang berakhir itu. 
  • 4. Depresi (stress)
Pada tahap ini merupakan tahap yang paling mengerikan karena pada tahap ini kita akan dihadapkan pada kenangan yang akan selalu menghantui kita. Baik itu pada barang pemberian sang mantan, tepat yang pernah kita datangi bersamanya, lagu lagu kenangan kita bersamanya dan biasanya hal inilah yang paling susah untuk membuat kita bangkit. 
  • 5. Acceptance (Penerimaan)
Pada proses ini adalah proses penerimaan diri bahwa kita sudah ihklas, kita sudah bisa mulai menerima akan putusnya hubungan kita. 

Jadi jika anda mengalami patah hati maka hal inilah yang harus anda lakukan : 
  1. Buang semua barang pemberian mantan yang akan mengingatkan kita pada kenangan lama. Kalau sayang dibuang lebih baik disedekahkan
  2. Perkaya diri dengan hal hal yang positif. Kembalilah mengerjakan hal hal yang anda sukai yang mungkin anda tinggalkan selama pacaran dahulu. 
Nah reader inilah ternyata yang terjadi pada tubuh kita ketika sedang patah hati. Dan saya juga sudah memberikan tips move on. semoga tips dan info kali ini bermanfaat ya reader. sampai jumla lagi di info selanjutnya ladiestaa. 

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Tak hanya sakit jantung saja, patah hati juga bisa penyakit maag, karena patah hati tidak mau makan atau makan selalu terlambat. Ini yang terjadi pada teman saya.

Posting Komentar

 

Informasi ala Ling-Cakwe Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting